You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Cangkringsari
Desa Cangkringsari

Kec. Sukodono, Kab. Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur

SEJARAH DESA CANGKRINGSARI

Operator 17 April 2026 Dibaca 127 Kali

Sejarah Desa Cangkringsari

Desa Cangkringsari merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Desa ini dikenal sebagai wilayah yang memiliki masyarakat yang ramah, religius, serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, etika, dan semangat gotong royong yang masih terpelihara hingga saat ini.

Secara administratif, Desa Cangkringsari terdiri atas empat dusun, yaitu Dusun Keben, Dusun Jebug, Dusun Cangkringan, dan Dusun Kesemen. Masing-masing dusun memiliki karakteristik, adat istiadat, serta sejarah yang menjadi bagian penting dari perjalanan terbentuknya Desa Cangkringsari.

Berdasarkan penuturan para sesepuh desa, sejarah terbentuknya Desa Cangkringsari bermula pada masa pemerintahan Hindia Belanda sekitar tahun 1921. Pada masa itu, wilayah yang kini menjadi Desa Cangkringsari masih terbagi menjadi empat kelurahan, yaitu Kelurahan Keben, Kelurahan Cangkringan, Kelurahan Jebug, dan Kelurahan Kesemen. Demi meningkatkan efektivitas pemerintahan dan memperkuat persatuan masyarakat, keempat kelurahan tersebut kemudian sepakat untuk bergabung menjadi satu wilayah pemerintahan dengan nama Desa Cangkringsari.

Nama "Cangkringsari" berasal dari kata cangkring, yaitu nama pohon yang dahulu banyak tumbuh di wilayah ini, dan kata sari yang berarti bunga atau inti keindahan. Nama tersebut dapat dimaknai sebagai "bunga pohon cangkring", yang melambangkan keindahan, kesuburan, serta harapan akan kehidupan masyarakat yang makmur dan harmonis.

Seiring berjalannya waktu, Desa Cangkringsari mengalami perkembangan yang cukup pesat. Jumlah penduduk terus meningkat sehingga desa ini menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi di Kecamatan Sukodono. Saat ini, Desa Cangkringsari memiliki sekitar 1.542 Kepala Keluarga (KK) dengan mayoritas penduduk memeluk agama Islam.

Pada awalnya, sebagian besar masyarakat Desa Cangkringsari bermata pencaharian sebagai petani karena didukung oleh kondisi wilayah yang didominasi lahan pertanian. Namun, seiring berkembangnya pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, mata pencaharian masyarakat menjadi semakin beragam. Selain sektor pertanian, masyarakat juga banyak yang bekerja di bidang perdagangan, jasa, industri rumah tangga, serta mengembangkan berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut mendorong perekonomian desa.

Dalam bidang pendidikan, masyarakat Desa Cangkringsari memiliki tingkat pendidikan yang semakin baik, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan terus meningkat sebagai bekal dalam menghadapi perkembangan zaman.

Di bidang kesehatan, kondisi masyarakat juga tergolong baik. Hal ini didukung oleh tersedianya sarana dan prasarana kesehatan yang memadai, serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. Selain itu, letak Desa Cangkringsari yang strategis dan relatif dekat dengan pusat pemerintahan Kecamatan Sukodono memberikan kemudahan akses terhadap berbagai layanan publik dan turut mendorong kemajuan sosial maupun ekonomi masyarakat.

Hingga saat ini, Desa Cangkringsari terus berkembang menjadi desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing. Berbagai pembangunan di bidang infrastruktur, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi ekonomi desa terus dilakukan tanpa meninggalkan nilai-nilai kebersamaan, budaya, dan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para pendahulu. Semangat tersebut menjadi landasan bagi masyarakat Desa Cangkringsari dalam mewujudkan desa yang sejahtera, berkelanjutan, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image