You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Cangkringsari
Desa Cangkringsari

Kec. Sukodono, Kab. Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur

SEJARAH DESA CANGKRINGSARI

Operator 17 April 2026 Dibaca 45 Kali

Sejarah Desa Cangkringsari

Desa Cangkringsari merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Masyarakatnya memiliki mata pencaharian yang beragam, antara lain di bidang pertanian, industri rumah tangga, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karakter masyarakat Desa Cangkringsari mencerminkan nilai-nilai budaya ketimuran, yaitu sopan, beretika, dan religius.

Jumlah penduduk Desa Cangkringsari terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, sehingga menjadikan desa ini sebagai wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Tingkat pendidikan masyarakat juga bervariasi, mulai dari lulusan sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Dari segi kesehatan, kondisi masyarakat Desa Cangkringsari tergolong baik. Hal ini didukung oleh ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai, serta kesadaran masyarakat yang cukup tinggi akan pentingnya menjaga kesehatan. Selain itu, letak Desa Cangkringsari yang relatif dekat dengan ibu kota Kecamatan Sukodono turut memengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat yang semakin berkembang.

Secara administratif, Desa Cangkringsari terdiri dari empat dusun, yaitu Dusun Keben, Dusun Jebug, Dusun Cangkringan, dan Dusun Kesemen. Masing-masing dusun memiliki kekhasan adat dan cerita sejarah yang beragam.

Desa Cangkringsari saat ini memiliki sekitar 1.542 kepala keluarga (KK) dan terletak di sebelah barat pusat kota dengan jarak kurang lebih 15 kilometer. Mayoritas penduduknya beragama Islam. Sebagai masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan, sebagian besar penduduk pada awalnya berprofesi sebagai petani. Namun, seiring perkembangan zaman, banyak masyarakat yang beralih atau menambah mata pencaharian sebagai wirausaha maupun pelaku industri rumahan.

Keberadaan Desa Cangkringsari saat ini telah berkembang menjadi desa yang cukup maju, baik dari segi ekonomi, pendidikan, maupun ketersediaan fasilitas umum. Berdasarkan penuturan para sesepuh desa, pada masa pemerintahan Hindia Belanda sekitar tahun 1921, wilayah ini sebelumnya terdiri dari empat kelurahan, yaitu Kelurahan Keben, Kelurahan Cangkringan, Kelurahan Jebug, dan Kelurahan Kesemen. Pada tahun tersebut, keempat kelurahan sepakat untuk bergabung menjadi satu wilayah dengan nama Cangkringsari.

Nama “Cangkringsari” sendiri memiliki makna “bunga pohon cangkring”. Penamaan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pohon cangkring yang tumbuh di wilayah tersebut dan dikenal memiliki bunga yang indah.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image